Rabu, 24 Agustus 2011

### ... SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB RA . ADALAH GERBANGNYA ILMU ... ###

Pada suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyatakan bahwa dirinya diibaratkan sebagai kota ilmu, sementara Ali bin Abi Thalib adalah gerbangnya ilmu. Mendengar pernyataan yang demikian, sekelompok kaum Khawarij tidak mempercayainya. Mereka tidak percaya, apa benar Ali bin Abi Thalib cukup pandai sehingga ia mendapat julukan "gerbang ilmu" dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Berkumpullah sepuluh orang dari kaum Khawarij. Kemudian mereka bermusyawarah untuk menguji kebenaran pernyataan Rasulullah tersebut. Seorang di antara mereka berkata, "Mari sekarang kita tanyakan pada Ali tentang suatu masalah saja. Bagaimana jawaban Ali tentang masalah itu. Kita bisa menilai seberapa jauh kepandaiannya. Bagaimana? Apakah kalian setuju?"

"Setuju!" jawab mereka serentak.

"Tetapi sebaiknya kita bertanya secara bergiliran saja", saran yang lain. "Dengan begitu kita dapat mencari kelemahan Ali. Namun bila jawaban Ali nanti selalu berbeda-beda, barulah kita percaya bahwa memang Ali adalah orang yang cerdas."

"Baik juga saranmu itu. Mari kita laksanakan!" sahut yang lainnya.

Hari yang telah ditentukan telah tiba.

Orang pertama datang menemui Ali lantas bertanya, "Manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?"

"Tentu saja lebih utama ilmu," jawab Ali tegas.

"Ilmu adalah warisan para Nabi dan Rasul, sedangkan harta adalah warisan Qarun, Fir'aun, Namrud dan lain-lainnya," Ali menerangkan.

Setelah mendengan jawaban Ali yang demikian, orang itu kemudian mohon diri.

Tak lama kemudian datang orang kedua dan bertanya kepada Ali dengan pertanyaan yang sama. "Manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?"

"Lebih utama ilmu dibanding harta," jawab Ali.

"Mengapa?"

"Karena ilmu akan menjaga dirimu, sementara harta malah sebaliknya, engkau harus menjaganya."

Orang kedua itu pun pergi setelah mendengar jawaban Ali seperti itu.

Orang ketiga pun datang menyusul dan bertanya seperti orang sebelumnya.

"Bagaimana pendapat tuan bila ilmu dibandingkan dengan harta?"

Ali kemudian menjawab bahwa, "Harta lebih rendah dibandingkan dengan ilmu?"

"Mengapa bisa demikian tuan?" tanya orang itu penasaran.

"Sebab orang yang mempunyai banyak harta akan mempunyai banyak musuh. Sedangkan orang yang kaya ilmu akan banyak orang yang menyayanginya dan hormat kepadanya."

Setelah orang itu pergi, tak lama kemudian orang keempat pun datang dan menanyakan permasalahan yang sama. Setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh orang itu, Ali pun kemudian menjawab, "Ya, jelas-jelas lebih utama ilmu."

"Apa yang menyebabkan demikian?" tanya orang itu mendesak.

"Karena bila engkau pergunakan harta," jawab Ali, "jelas-jelas harta akan semakin berkurang. Namun bila ilmu yang engkau pergunakan, maka akan semakin bertambah banyak."

Orang kelima kemudian datang setelah kepergian orang keempat dari hadapan Ali. Ketika menjawab pertanyaan orang ini, Ali pun menerangkan, "Jika pemilik harta ada yang menyebutnya pelit, sedangkan pemilik ilmu akan dihargai dan disegani."

Orang keenam lalu menjumpai Ali dengan pertanyaan yang sama pula. Namun tetap saja Ali mengemukakan alasan yang berbeda. Jawaban Ali tersebut ialah, "Harta akan selalu dijaga dari kejahatan, sedangkan ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, lagi pula ilmu akan menjagamu."

Dengan pertanyaan yang sama orang ketujuh datang kepada Ali. Pertanyaan itu kemudian dijawab Ali, "Pemilik ilmu akan diberi syafa'at oleh Allah Subhaanahu wa Ta'ala di hari kiamat nanti, sementara pemilik harta akan dihisab oleh Allah kelak."

Kemudian kesepuluh orang itu berkumpul lagi. Mereka yang sudah bertanya kepada Ali mengutarakan jawaban yang diberikan Ali. Mereka tak menduga setelah mendengar setiap jawaban, ternyata alasan yang diberikan Ali selalu berbeda. Sekarang tinggal tiga orang yang belum melaksanakan tugasnya. Mereka yakin bahwa tiga orang itu akan bisa mencari celah kelemahan Ali. Sebab ketiga orang itu dianggap yang paling pandai di antara mereka.

Orang kedelapan menghadap Ali lantas bertanya, "Antara ilmu dan harta, manakah yang lebih utama wahai Ali?"

"Tentunya lebih utama dan lebih penting ilmu," jawab Ali.

"Kenapa begitu?" tanyanya lagi.

"Dalam waktu yang lama," kata Ali menerangkan, "harta akan habis, sedangkan ilmu malah sebaliknya, ilmu akan abadi."

Orang kesembilan datang dengan pertanyaan tersebut. "Seseorang yang banyak harta akan dijunjung tinggi hanya karena hartanya. Sedangkan orang yang kaya ilmu dianggap intelektual." , jawab Ali pada orang ini,

Sampailah giliran orang terakhir. Ia pun bertanya pada Ali hal yang sama. Ali menjawab, "Harta akan membuatmu tidak tenang dengan kata lain akan mengeraskan hatimu. Tetapi, ilmu sebaliknya, akan menyinari hatimu hingga hatimu akan menjadi terang dan tentram karenanya."

Ali pun kemudian menyadari bahwa dirinya telah diuji oleh orang-orang itu. Sehingga dia berkata, "Andaikata engkau datangkan semua orang untuk bertanya, insya Allah akan aku jawab dengan jawaban yang berbeda-beda pula, selagi aku masih hidup."

Kesepuluh orang itu akhirnya menyerah. Mereka percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di atas adalah benar adanya. Dan ali memang pantas mendapat julukan "gerbang ilmu". Sedang mengenai diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sudah tidak perlu diragukan lagi.


HU WALLAAHU A'LAM BISHSHOWAAF

SURAT WASIAT

dari Abu Dzar dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, ia berkata, "Kekasihku telah mewasiatiku dengan lima hal yaitu:

1. agar aku mengasihi orang miskin dan mau duduk bersama mereka,
2. memandang orang yang di bawahku dan tidak memandang yang di atasku,
3. agar aku menyambung tali silaturahim walau dijauhi,
4. agar aku mengatakan yang hak walau itu pahit,
5. dan agar aku selalu mengucap LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan perantara Allah)." (H.R AHMAD)


Sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam pantaslah kita selalu mencontoh akhlak beliau ataupun melaksanakan wasiatnya karena semua itu pasti akan memberikan kepada kita.

PERTAMA : AGAR AKU MENGASIHI ORANG MISKIN DAN MAU DUDUK BERSAMA MEREKA.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا يَا عَائِشَةُ لَا تَرُدِّي الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّي الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

dari Anas bahwa Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam membaca do'a: ALLAAHUMMA AHYINII MISKIINAW WA AMITNII MISKIINAW WAHSYURNII FI ZUMRATIL MASAAKIINI YAUMAL QIYAAMATI (Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan wafatkanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku pada hari kiamat bersama golongan orang orang miskin), 'A`isyah bertanya: Kenapa wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Sesungguhnya mereka akan masuk surga empat puluh tahun lebih dahulu dari pada orang orang kaya, wahai A'isyah jangan kamu tolak orang orang miskin walaupun hanya dengan memberikan secuil kurma, wahai A'isyah cintailah orang orang miskin dan dekatilah mereka karena Allah akan mendekatkan padamu pada hari kiamat." (H.R Tirmidzi)

Bergaul dengan orang yang miskin memang cenderung melunakkan hati. Ketika seorang telah mempunyai harta dan hanya bergaul dengan orang kaya saja maka semakin hari akan memupuk sifat tamak dalam dirinya, manusia memang cenderung tidak puas dengan apa yang ia dapat, karena itu keberadaan para fakir miskin ini harusnya menjadi ladang bagi para orang kaya. Dan dapat melunakkan hati mereka agar selalu merasakan kekurangan orang miskin itu sendiri.

KEDUA: MEMANDANG ORANG YANG DI BAWAHKU DAN TIDAK MEMANDANG YANG DI ATASKU,

Bila wasiat pertama untuk para orang kaya maka wasiat kedua ini cenderung untuk orang miskin atau dalam kesusahan, disini Nabi kita Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengajarkan tentang bersyukur dan sabar/qona’ah. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang di dapat ketika ia selalu memandang ke atas begitu juga aka selalu merasa paling menderita ketika ia tidak mau memandang ke bawah. Tentu saja ada kalanya kita perlu melihat keatas agar kita tidak selalu berada di bawah. Atau sebagai penyemangat kita buka sebagai contoh ketamakan.

KETIGA: AGAR AKU MENYAMBUNG TALI SILATURAHIM WALAU DIJAUHI,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

"Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturrahmi."
Ancaman bagi orang yang memutus silaturrahmi memang sangat besar, begitu juga orang yang menyambung silaturrahmi dijanjikan Allah dengan kebaikan yang sangat banyak, sebagai seorang muslim tentu saja kita tidak ingin saudara kita masuk ke dalam neraka, oleh karena itu meski kita dijauhi Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam mewasiatkan kepada kita agar menyambungnya lagi.

KEEMPAT : AGAR AKU MENGATAKAN YANG HAK WALAU ITU PAHIT,

Dalam wasiat keempat ini ada sebuah contoh dari salaf yang berpegan teguh dalam penyampaian kebenaran meski ia dihukum sedemikian rupa, ia adalah imam Ahmad. Resiko dalam menympaikan kebenaran memanglah tidak mudah, Nabi kita adalah sebaik-baik uswah dalam hal ini. Semenjak ia diutus oleh Allah Ta’ala sampai ia berhijrah kehidupan beliau selalu penuh dengan kepahitan. Semua itu gar kita tidak termasuk oran yang merugi.
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S Al ‘Ashr)

KELIMA : DAN AGAR AKU SELALU MENGUCAP LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH

Imam Nawawi berkata : ia adalah kalimat kepasrahan dan berserah diri bahwa sesungguhnya seorang hamba itu tidak memiliki satupun dari perkaranya, dan ia tidak bisa menolak dari segala kejelekan dan tidak mempunyai kekuatan untuk mencari kebaikan kecuali dengan ijin Allah ta’ala.

قَالَاالنبي أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ هِيَ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda; 'Maukah aku tunjukkan kepadamu suatu kalimat, yang termasuk salah satu dari perbendaharaan surga? Yaitu; Laa haula walaa quwwata illaa billah' (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan AIIah)."

Begitu besar fadilah kalimat tersebut. Tentu saja bukan hanya keluar dari lisan kita akan tetapi harus dibarengi dengan praktek di anggota badan tentunya.

Kelima wasiat diatas sudah seharusnya kita laksanakan sebagai umat Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Hal ini akan menjadi ringan dilakukan jikalau kita saling mengingatkan sesama saudara kita ^__^

HU WALLAAHU A'LAM BISHSHOWAAF

Selasa, 16 Agustus 2011

HAPPY BIRTHDAY 2 U

Bismillahirrahmanirrahim,,,, Assalamu'alaikum saudaraku,,,, Jauh2 kedinding Bloggermu... ku hanya mau kasih kado buat kamu Di hari yg special ini,,,, ''Happy birthday to you...'' Itulah kata2 yg sering terucap dan kita dengar ketika ada saudara,sahabat,atau teman yg memperingati hari lahirnya,,, Sahabatku sadarkah engkau bahwa beribu ucapan itu sebetulnya adalah peringatan bahwa hidup kita didunia ini hanya sementara.... sisa2 umur kita berkurang setiap harinya,,, Tanpa kita sadari berapa dosa yg telah kita perbuat disetiap detik waktu berputar,,, Sahabat,,,, Lakukan yg terbaik didunia ini untuk menempuh perjalanan yg Abadi yaitu perjalanan yg sebenarnya (Surga) Siapkan bekal didunia... mari bersama kita menjalankan segala perintah-NYA dan menjauhi segala larangan-NYA Dan jadikan hidup kita bermanfaat bagi orang lain,,, Lakukan yg terbaik,,, Ikhlaskan segalanya,,, Jangan lupa DUIT (Do'a,Usaha,Istiqomah,Tawakkal​) Sahabat yg mencintaimu Linggar Semangat Slalu ^_^

MARHABAN YA RAMADHAN

(¯`v´¯)ღღ♥ بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم (¯`v´¯).♥Sebelum Engkau Halal Bagiku♥.(¯`v´¯) `·.¸.·`¸•´♥..♥♥¸•´♥♥♥ (´'`v´'`)(´'`v´'`)`·.¸.·` ..¸.•´♥..♥♥.♥♥..♥`•..•´.(¯`v´¯
​)(¯`v´¯).`•.¸.•´♥.. ♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥♥♥♥•*¨*•.¸¸¸​¸.•*¨*•♥ ¸.ღღ Ahlan Wa Sahlan,Marhaban fii zaumina hadza ღღ Buat Akhina Wa Ukhtina yang ingin TAG or SHARE PICT'a,di persilahkan "BEBAS" Silahkan Bantu sahabat'' lain ngETaG yaღღ .:|♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥ .:|:. *ღ,¤Syukron jiddan aidan,¤¤ ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ "Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan",Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum. `*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin. Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan". Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunnah. Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban. Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang dimana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah) Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti khutbah Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen dimana kepala negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut bukan momen biasa. Itu sebuah program superpenting dengan momen paling istimewa. Demikian pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keunggulan dan kemuliaan. Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu: 1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung) Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta’ala. Namun juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Sesuatu yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa. Alasan mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga mengagungkan bulan ini. Firman Allah, “Waman yu’azhim sya’iirillah fa-innahha mintaqwal quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka itu datang dari hati yang bertakwa.” Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah Penyayang menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan segala kemurahan, kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya. 2. Syahrul Mubarak Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat secara maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua perbuatan kita di saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang balasannya langsung dari Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya. Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu 10 malam periode pertama penuh rahmat Allah, 10 berikutnya diisi dengan ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan pembebas manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini akan optimal jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah sebagaimana arahan Rasulullah saw. 3. Syahru Nuzulil Qur’an Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar, yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman Allah dalam rangkaian ayat puasa, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan (pembeda).” (Al-Baqarah: 185) Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan membentuk insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan Al-Qur’an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama pada bulan Ramadhan dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril datang sampai dua kali untuk menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah saw. terhadap Al-Qur’an. Bagi ummat Muhammad, ada jaminan bahwa Al-Qur’an kembali nuzul ke dalam jiwa mereka manakala mengikuti program Ramadhan dengan benar. 4. Syahrus Shiyam Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5 rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Kewajiban puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu. Maka sebulan penuh seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah sebagaimana dia mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan waktu beberapa menit saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib). Tidak cukup menilai dari yang membatalkannya seperti makan dan minum atau berhubungan suami-istri di siang hari saja, tetapi wajib membangun akhlaqul karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh (yang dibenci Allah). 5. Syahrul Qiyam Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur’an dengan benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia bisa terbiasa mengamalkan qiyamullail. 6. Syahrus Sabr (bulan sabar) Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga. Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko seperti dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim beramal islami dalam berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah. 7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan) Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan dermawan. Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan. Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil, bernilai besar di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum pada orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa seperti yang diperoleh orang yang berpuasa. 8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Para pedagang akan beruntung, orang yang jadi pegawai dapat kelebihan pendapatan dan sebagainya. Namun rezeki terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah diperoleh di bulan mulia ini. ♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥